SMA YPPI 2 Surabaya Menggelar Turnamen Climbing Antar Pelajar Mencari Bibit Atlet Muda Berbakat

SURABAYA, Jatimtoday.co.id – SMA YPPI 2 Kota Surabaya, menggelar kompetisi Climbing atau panjat tebing yang diikuti pelajar SMP dan SMA se Kota Surabaya, Jawa Timur, dilaksanakan di sekolah YPPI II Surabaya.

Didik Waluyo, Pelatih Johanes Dipa (JD) Club, menjelaskan bahwa putra-putri pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tergabung dalam klubnya telah berpartisipasi di berbagai kompetisi di hampir seluruh wilayah Indonesia dan kerap mewakili Jawa Timur.

“Mereka sudah berkompetisi di berbagai ajang bergengsi, salah satunya Kejuaraan Unesa Bolder dan ajang bergaya ‘Mythical’. Prestasi yang diraih pun cukup membanggakan, di mana juara 1, 2, dan 3 untuk kategori putra maupun putri,” terang dia, saat ditemui di sekolah YPPI II Surabaya, Minggu (19/4/2026) sore.

Didik menyebut, meski JD Club masih tergolong baru dan baru berjalan selama satu tahun, kualitas atlet yang dilatihnya sudah mampu bersaing di tingkat regional.
Didik membedakan karakteristik olahraga panjat tebing prestasi dengan kegiatan panjat tebing petualangan yang biasa dilakukan di alam bebas atau pegunungan.

Menurutnya, olahraga prestasi ini kini semakin diminati dan berkembang pesat di Surabaya karena pembinaan sudah dimulai sejak usia dini, mulai dari usia 7 tahun hingga kategori Junior berusia 19 tahun dengan pembagian kelas kompetisi yang jelas.

Mahendra Suhartono selaku perwakilan dari Johanes Dipa sekaligus penyelenggara menambahkan, bahwa tujuan terselenggaranya kompetisi ini tidak lain untuk menggaet para atlet muda dan melatih bibit-bibit atlet yang berprestasi hingga sampai kedepannya.

Kompetisi yang diikuti oleh siswa SMP dan SMA ini masuk dalam kategori C dan berfungsi sebagai ajang penyaringan bibit unggul.

“Kebetulan, bulan depan akan digelar Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kota Surabaya, di mana panjat tebing untuk pertama kalinya masuk dalam cabang yang diperlombakan,” ucapnya.

“Kompetisi ini menjadi ajang try out bagi sekolah-sekolah. Banyak peserta yang selain mewakili sekolahnya juga tergabung dalam klub-klub resmi di Surabaya,” lanjut Mahendra.

Mengenai mekanisme rekrutmen, atlet yang berpartisipasi dalam O2SN berada di bawah naungan dinas pendidikan dan sekolah masing-masing. Menjadi juara di kompetisi ini belum tentu otomatis bergabung dalam tim tertentu, melainkan akan mengikuti proses seleksi tersendiri di tingkat kota.

“Artinya, pelajar dari sekolah mana pun, misalnya dari SMA YPPI 2 yang mencetak prestasi, berhak mendaftarkan diri dan mengikuti seleksi untuk mewakili kota,” terang dia.

Sementara itu, R. Widjang DR selaku Pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Cabang Surabaya mengakui bahwa hampir setiap sekolah tingkat SMP dan SMA memiliki potensi atlet, namun terkadang terkendala ketersediaan sarana dan prasarana.

“Saat ini FPTI Surabaya memiliki 15 anggota klub yang menaungi berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, umum, hingga Siswa Pecinta Alam (Sispala) dari SMP dan SMA. Ke depannya, kami terus berupaya mencari atlet-atlet potensial yang kelak bisa diakui dunia demi keberlangsungan regenerasi,” seru Widjang.

Sedangkan Galar Pandu Asnoro selaku pelatih timnas panjat tebing menegaskan bahwa, kolaborasi dengan pihak sekolah sangatlah penting. Ia juga mengapresiasi sekolah YPPI dan JD yang tak bosan-bosannya menggelar kompetisi panjat tebing.

“Hingga saat ini, Surabaya sudah mencatatkan nama-nama atlet mudanya yang berhasil masuk dalam Pelatnas (Pelatihan Nasional), membuktikan bahwa sistem pembinaan yang berjalan mulai membuahkan hasil yang nyata bagi olahraga panjat tebing nasional,” beber dia.

SMA YPPI 2 Surabaya Menggelar Turnamen Climbing Antar Pelajar Mencari Bibit Atlet Muda Berbakat

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *